Uncategorized

Masjid Al-Mustofa,Masjid Tertua di Kota Bogor

Berbicara tentang tempat-tempat bersejarah di Bogor tidak ada habisnya. Banyak tempat yang menjadi saksi bisu pembentukan dan penyebaran agama di wilayah tersebut.

Salah satu situs bersejarah adalah Masjid Al Mustofa di desa Bantarjati Kaum di Kabupaten Bogor Utara, Kota Bogor. Masjid ini tidak hanya menyimpan kisah penyebaran Islam, tetapi juga salah satu yang tertua di kota hujan.

Masjid Al-Mustofa,Masjid Tertua di Kota Bogor

Masjid ini dibangun pada 8 Februari 1307 M atau 2 Ramadhan 728 Hijriah oleh dua penyebar agama Islam dari Banten yang disebut Tubagus H Mustofa Bakri dan Raden Dita Manggala dari Cirebon.

Jadi dia sebenarnya berasal dari Banten dan Cirebon, tetapi ketika mereka sedang dalam perjalanan ke pertemuan, mereka akhirnya berhenti di desa Bantarjati, yang sebelumnya bernama Kampung Baru, kata Kardi Topo, ketua Dewan Masjid Al Mustofa

Selama penyebaran Islam di wilayah tersebut, Tubagus Al-Mustofa dan sahabatnya memiliki banyak siswa. Setelah kematiannya, murid-muridnya, bersama dengan Raden Dita Manggala dan dua kuburan keturunan K. K. Keluarga Tubagus Mustofa Bakri, dimakamkan di kompleks makam para tetua desa, sekitar 200 meter dari masjid.

Ketika KH Tubagus Mustofa Bakri sendiri dimakamkan di Mekah karena dia meninggal ketika dia berada di Tanah Suci. Nama masjid Al Mustofa diambil dari nama pendirinya (Tubagus Mustofa). Saya masih keturunan dia, katanya.

Banyak benda bersejarah

Meskipun telah direnovasi beberapa kali sejak pembangunannya, arsitektur Cirebon dan Banten tidak banyak berubah dalam pembangunan masjid ini.

Masjid berusia lebih dari 700 tahun ini memiliki kolom jati yang kuat dengan sembilan goresan di bagian depan dekat mimbar, melambangkan jumlah walisongo.

Tidak hanya itu, masjid ini juga menyimpan cerita yang berbeda dalam bentuk kotbah Al-Quran dan sholat Jumat oleh Tubagus Mustofa Bakri pada selembar kulit seusia dengan masjid.

Di sini air untuk Wudu juga menggunakan mata air alami di dekat masjid. Meski musim kemarau, airnya tak pernah habis, meski airnya juga didistribusikan ke rumah-rumah warga di sini, kata Kardi Topo.

Tidak ada dana khusus untuk lokasi warisan budaya

Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) juga menemukan melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bahwa masjid Al Mustofa adalah salah satu warisan budaya Kota Bogor sebelum 2011.

Kepala Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor (Disbudpar), Shahlan Rasyidi, mengatakan, pihaknya belum mengalokasikan anggaran khusus untuk pelestarian tempat atau tempat cagar budaya di kota Bogor.

Sejauh ini, pemerintah kota Bogor sendiri, sebagai kota cagar budaya, tidak memiliki anggaran khusus untuk biaya pemeliharaan untuk lokasi cagar budaya. Namun, DKM biasanya mengusulkan untuk mendukung pemerintah kota, kata Shahlan.

Pihaknya saat ini hanya bisa memberi manajemen atau DKM Rp 500.000 per bulan. Sementara itu, biaya perawatan, yang tidak terlalu tinggi, tergantung pada perawatan masyarakat di sekitar masjid.

Itu juga merupakan tempat ibadah, tempat bersama. Namanya adalah bangunan bersama, perlu bekerja sama. Tapi pada dasarnya kami terus berusaha melestarikan bangunan cagar budaya dan mudah-mudahan itu akan menjadi anggaran khusus untuk di masa depan lakukan perawatan.  Shahlan ditutup.